Tampilkan postingan dengan label jepara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jepara. Tampilkan semua postingan

centers of wood sculpture art Jepara indonesia

Diterbitkan oleh jepara kopi Selasa, 08 Maret 2016 0 komentar
In the city there is a crafts center Jepara carving and sculpture which is the flagship product from Jepara
Ranging from sculpture, carving a variety of decorations, as well as the decor of wood intact. All artwork is original Jepara society which has been famous since the 18th century wooden crafts we have a worldwide reputation long before Indonesia's independence.

Here is a small portion of the many examples of sculptures of wood by citizens Jepara
For your foreign citizens who want to buy or want to market products from us can connect to us via email: jeparakopi@gmail.com

 connect to us via email: jeparakopi@gmail.com


connect to us via email: jeparakopi@gmail.com
connect to us via email: jeparakopi@gmail.com


connect to us via email: jeparakopi@gmail.com


 connect to us via email: jeparakopi@gmail.com

connect to us via email: jeparakopi@gmail.com




 connect to us via email: jeparakopi@gmail.com
 connect to us via email: jeparakopi@gmail.com



 connect to us via email: jeparakopi@gmail.com



connect to us via email: jeparakopi@gmail.com






 connect to us via email: jeparakopi@gmail.com
 connect to us via email: jeparakopi@gmail.com






Baca Selengkapnya ....

Tempat wisata terpopuler di jepara

Diterbitkan oleh jepara kopi Jumat, 26 Februari 2016 0 komentar

Inilah Pesona 8 Tempat Wisata di Jepara Paling Menarik

http://produksijepara.blogspot.com/2016/02/tempat-wisata-terpopuler-di-jepara.html

 menawarkan Anda beragam keindahan alam dan pesona wisata pantai yang menarik untuk dikunjungi. Daerah yang terkenal sebagai salah satu sentra penghasil ukiran kayu di Indonesia ini juga merupakan tempat kelahiran seorang pahlawan nasional Indonesia yang terkenal dengan gagasan emansipasi wanita Indonesia, yakni R.A. Kartini.

Beberapa landmark menarik di Jepara ada yang berhubungan dengan RA. Kartini, misalnya museum dan Pantai Kartini. Selain itu, salah satu tempat wisata di Jepara yang terkenal hingga ke mancanegara adalah Kepulauan Karimunjawa, sebuah destinasi wisata bahari paling memikat di Jawa Tengah. Seperti diketahui, provinsi Jawa Tengah memiliki berbagai destinasi yang mengagumkan,
Letak geografisnya yang berada di posisi utara Pulau Jawa membuat Jepara memiliki sejumlah destinasi wisata pantai yang menarik.

Tempat Wisata di Jepara

Berikut ini adalah sejumlah landmark dan tempat wisata di Jepara paling menarik dan patut Anda kunjungi

http://produksijepara.blogspot.com/2016/02/tempat-wisata-terpopuler-di-jepara.html

1. Taman Nasional Karimunjawa

Inilah gugusan kepulauan sebanyak 27 pulau yang terletak di Laut Jawa, berjarak 83 km di arah barat laut kota Jepara, memiliki luas area sebesar 107.225 ha, dan adalah sebuah cagar alam laut yang dilindungi dan kini disebut sebagai Taman Nasional Karimunjawa. Karimunjawa adalah sebuah destinasi wisata yang populer di Indonesia, adalah pula salah satu tempat wisata di Jepara yang sangat terkenal, inilah tempat terbaik untuk merasakan pengalaman wisata laut di Jawa Tengah.

Taman Nasional Karimunjawa memiliki tipe ekosistem hutan hujan daratan rendah, padang lamun, algae, hutan pantai, hutan mangrove, dan terumbu karang. Pesona biota lautnya di antaranya adalah lebih dari 90 jenis karang keras, 242 jenis ikan hias, hingga 133 genera akuatik. Beberapa biota laut di Karimunjawa ini adalah biota yang dilindungi. Beberapa destinasi wisata di Indonesia yang mengagumkan seperti Karimunjawa ini dapat Anda temukan pula di kawasan wisata Bunaken dan Raja Ampat di Papua.
Ada banyak kegiatan wisata memikat yang dapat Anda lakukan di Karimunjawa. Karakteristik seluruh pantai di Karimunjawa memiliki hamparan pasir putih dengan garis pantai yang panjang, berjemur di bawah sinar matahari adalah salah satu kegiatan yang disukai banyak wisatawan.
Objek wisata Jepara ini menyuguhkan Anda berbagai olahraga air yang seru, menyelam, snorkeling, memancing, berenang, berjemur, atau menjelajahi lautnya yang jernih. Selain itu, berbagai keunikan budaya dan tradisi penduduk lokal di sana adalah objek interaksi sosial yang menarik selama kunjungan wisata Anda di tempat wisata Jepara yang satu ini.

 
http://produksijepara.blogspot.com/2016/02/tempat-wisata-terpopuler-di-jepara.html

2. Museum R.A. Kartini

Terletak di sebelah utara alun-alun kota Jepara, Anda akan begitu mudah mendapati salah satu tempat wisata di Jepara ini. Museum R.A. Kartini adalah objek wisata sejarah Jepara, menjadi tempat penyimpanan berbagai koleksi peninggalan RA Kartini, juga benda-benda peninggalan maupun foto- foto dari kakak kandungnya Drs. RMP. Sosrokartono, serta berbagai benda-benda purbakala periode abad ke-7 di era Ratu Shima. Ratu Shima adalah penguasa kerajaan Kalingga di daerah Keling Kabupaten Jepara pada masa itu.
Di museum RA. Kartini ini juga, Anda dapat menyaksikan kerangka ikan raksasa “Joko Tuo” sepanjang 16 m dan lebar 2 m dengan berat 6 ton. Ikan tersebut ditemukan pada tahun 1989 di Pulau Karimunjawa dalam keadaan mati, namun masih meninggalkan sisa-sisa daging.
Objek wisata Jepara yang satu ini adalah juga kekayaan wisata Jawa Tengah, dan terbuka untuk publik setiap hari, mulai dari pukul 8 pagi hingga 4 sore. Untuk dapat masuk, Anda harus membayar tiket masuk museum RA. Kartini sebesar Rp 2 ribu per orang, menjadi Rp 3 ribu di saat akhir pekan dan hari libur.

 

 
http://produksijepara.blogspot.com/2016/02/tempat-wisata-terpopuler-di-jepara.html

3. Benteng Portugis

Benteng Portugis di Jepara adalah sebuah cagar budaya yang dilindungi, memiliki panorama alam yang memikat dengan suguhan pemandangan bukit, panorama pantai, serta hamparan batuan sedimen yang menawan. Benteng Portugis ini dibangun di atas bukit batu yang berposisi di pinggir laut, di bagian utara benteng persis berhadapan dengan Pulau Mondoliko.
Di masa lampau, benteng ini memiliki peran strategis dalam mengontrol jalur pelayaran kapal dari Jepara ke Indonesia bagian timur dan sebaliknya. Benteng yang terletak di Desa Banyumanis, Kecamatan Donorojo ini menawarkan suguhan keindahan alam yang begitu disukai banyak kalangan penikmat perjalanan.

http://produksijepara.blogspot.com/2016/02/tempat-wisata-terpopuler-di-jepara.html

4. Pantai Kartini

nilah tempat wisata di Jepara yang paling menarik bagi destinasi wisata keluarga. Berbagai wahana permainan anak-anak (komedi putar, mandi bola, perahu arus), dermaga, dan aquarium kura-kura dapat ditemukan di pantai Jepara yang satu ini. Lokasi pantai ini begitu strategis, terletak di antara rute perjalanan wisata Taman laut Nasional Karimunjawa dan Pulau Panjang.

Pantai Kartini adalah pula pantai yang menjadi tempat bermain RA. Kartini semasa kecil bersama dengan saudara-saudarinya. Inilah sebab objek wisata di Jepara ini dinamakan sebagai Pantai Kartini untuk mengenang jasa pahlawan nasional Indonesia tersebut.
Untuk dapat masuk, Anda harus membayar tiket masuk Pantai Kartini sebesar Rp 3 ribu per orang, belum termasuk tiket kendaraan roda dua, bis, dan roda empat. Di akhir pekan dan hari libur, harga tiket masuk pantai menjadi Rp 5 ribu per orang.

http://produksijepara.blogspot.com/2016/02/tempat-wisata-terpopuler-di-jepara.html

5. Pantai Bandengan (Pantai Tirto Samudro)

Terletak di arah utara kota Jepara sejauh 7 km dari pusat kota, pantai Bandengan adalah sebuah pantai di Jepara dengan air yang begitu jernih dan bersih, memiliki hamparan pasir putih yang indah. Di kawasan pantai ini pula Anda dapat menikmati panorama sunset yang menawan.
Ada banyak kegiatan menarik yang dilakukan di Pantai Bandengan, di antaranya berkemah, volley pantai, hingga sepeda santai. Tempat wisata Jepara yang satu ini juga kerap dijadikan sebagai tempat ajang permainan motor cross serta pertunjukan festival layang-layang skala regional, nasional, maupun internasional.

 
http://produksijepara.blogspot.com/2016/02/tempat-wisata-terpopuler-di-jepara.html

 

6. Air Terjun Songgolangit

Objek wisata Jepara ini dinamakan sebagai “songgolangit” karena jika dilihat dari bawah, maka air terjun tersebut tampak seolah sedang menyangga horizon langit. Terletak di Desa Bucu, Kecamatan Kembang sejauh 30 km arah utara dari pusat kota Jepara, Air Terjun Songgolangit memiliki ketinggian 80 m dengan lebar 2 m.
Udara yang segar dengan panorama alam yang indah adalah daya tarik dari air terjun di Jepara ini. Di tempat ini pula, ada banyak kupu-kupu dengan warna-warni yang indah. Menurut kisah masyarakat setempat, konon air terjun ini ditunggui oleh sepasang suami isteri yang ikut menjaga kenyamanan para wisatawan untuk menikmati keindahan di kawasan air terjun, sebab para wisatawan adalah tamu yang perlu dihormati dan dijaga keamanannya dan kenyamananya.

http://produksijepara.blogspot.com/2016/02/tempat-wisata-terpopuler-di-jepara.html

 

7. Pulau Panjang

Pulau Panjang dikelilingi laut dangkal dengan dasar terumbu karang dengan pantai berpasir putih. Air laut di sebelah selatan dan barat pulau ini cukup jernih dan tidak berarus, sehingga merupakan tempat yang tepat berenang, snorkeling, dan bermain kano. Pulau seluas 19 ha ini dapat ditempuh dari dermaga di Pantai Kartini, dan hanya berjarak 2.5 km.
Mengelilingi pulau dengan berjalan menyusuri pantai atau menyusuri jalan (paving block) sambil menikmati pemandangan adalah kegiatan menarik lain yang sering dilakukan wisatawan.
Bagian tengah pulau ini adalah struktur hutan tropis dengan pohon-pohon besar dan tinggi menjulang diselingi perdu dan semak dan menjadi tempat bagi burung laut untuk bermalam dan berkembang biak. Untuk dapat sampai di tempat wisata Jepara yang satu ini, Anda harus membayar tiket perahu wisata yang akan mengantarkan Anda ke pulau sebesar Rp 12 ribu dari dermaga Pantai Kartini. Dan tiket masuk Pulau Panjang adalah sebesar Rp 3 rbu per orang, Anda memiliki waktu satu hari penuh untuk menikmati kawasan wisata Jepara yang satu ini.

 

http://produksijepara.blogspot.com/2016/02/tempat-wisata-terpopuler-di-jepara.html

 

8. Pantai Teluk Awur

Pantai yang berjarak sekitar 5 km dari pusat kota Jepara ini adalah salah satu objek wisata Jepara yang menarik. Cara paling populer dilakukan wisatawan untuk menikmati pantai ini adalah berenang dan bermain air laut.
Pantai Teluk Awur adalah destinasi wisata yang tidak dikenakan biaya apapun untuk masuk, alias gratis. Kondisi air laut yang bersih dan jernih serta tidak dilewati berbagai kapal dan perahu membuat pantai di Jepara yang satu ini disukai wisatawan sebagai destinasi untuk menghabiskan akhir pekan mereka.

9. Jepara ocean park (JOP)

Jepara Ocean Park.

Wahana Bahari Terbesar dan Terlengkap

di Jawa Tengah Kini Hadir di Kota Jepara

Jepara Ocean Park (JOP) merupakan wisata bahari terbesar dan terlengkap di Jawa Tengah. Dengan desain bangunan yang mengusung tema istana Rusia dan Mediterania pada tower seluncurannya membuat Jepara Ocean Park unik dan berbeda dengan tower seluncuran lain di Indonesia, Jepara Ocean Park memiliki 36 slide waterpark.
Berdiri di atas lahan seluas 11 Ha, Jepara Ocean Park mempunyai berbagai macam fasilitas dan dapat menampung hingga 20.000 pengunjung. Bukan hanya waterpark, Jepara Ocean Park juga memiliki banyak pilihan wahana permainan anak-anak dan dewasa serta wahana water sport karena letaknya yang berada di Pantai Mororejo, yaitu sebelah timur pantai Bandengan Jepara.


Meskipun terletak di tepi pantai tidak membuat suasana di Jepara Ocean Park terlihat gersang, karena di setiap area terdapat taman dan pepohonan hijau yang membuat suasana tetap sejuk dan rindang.
Fasilitas yang dimiliki diantaranya:
  • Waterpark (body slide,lazy river, kiddy pool, olympic pool dsb.)
  • Outbond
  • Golf Car : Rp 10.000,- / orang
  • E-Bike : Rp 40.000,- / jam
  • Touring Mini Traing : Rp 10.000,- / jam
  • Flying Fox
  • Paint Ball : War Games Rp.500.000,- / team dan Shooting Range : Rp 25.000,- / orang
  • Gokart : Rp 50.000,- / 10 putaran
  • Jet Ski : Rp 150.000,-
  • Banana Boat : Rp 50.000,-
  • Kapal Tradisional : Rp 20.000,- / orang
  • Kapal Mesin : Rp 50.000,- / orang
Tersedia juga fasilitas penunjang lainnya, seperti parkir, ballroom, panggung hiburan, mushola, food court, restoran, sky lounge. Fasilitas restoran dilengkapi meeting room, dengan menu khas Indonesia dan view pantai
Selain itu terdapat 18 unit gazebo untuk bersantai ria sambil menikmati sejuk dan semilirnya angin laut.
Harga Tiket Reguler untuk Weekday adalah Rp 60.000,- dan Weekend Rp. 75.000,-
Sedangkan Harga Tiket Terusan untuk Weekday Rp. 85.000,- dan Weekend Rp. 100.000,-
Tiket Terusan Meliputi:
  • Waterpark
  • Kora-kora : Rp 10.000,-
  • Bom-bom Car : Rp 15.000,-
  • Mini Train : Rp 5.000,-
  • Flying Elephent : Rp 10.000,-
  • Komedi Putar : Rp 10.000,-
  • Bianglala
  • Outbond Area
  • Arena Ketangkasan




Baca Selengkapnya ....

Mengenalkan produk kepada pasar dunia

Diterbitkan oleh jepara kopi 0 komentar



TRUS KARYA TATANING BUMI Itulah semboyan kota jepara

Niat dan tekat saya ingin mengenalkan produk jepara kepada dunia akan selalu saya upayakan sebaik mungkin. salah satu bentuk upaya saya adalah lewat blog sederhana ini.
Harapan saya, lewat blog yang saya buat ini semoga bisa lebih mengenalkan produk-produk jepara kepada dunia. karena selama ini produk jepara yang dikenel oleh dunia hanya produksi meubel dan seni ukir. padahal selain meubel dan ukiran masih banyak produk jepara yang siap bersaing di pasar dunia. seperti kain tenun ikat, kerajinan monel, kerajinan genteng, seni patung kayu, kopi khas jepara, konveksi dan mungkin masih ada lagi yang belum saya ketahui karena keterbatasan pengetahuan saya. Dari pengetahuan saya saat ini sebenarnya jepara berpotensi bisa menghasilkan biji kopi yang mempunyai kuwalitas sangat baik, namun sayangnya potensi ini tidak bisa dimaksimalkan karena keterbatasan ilmu pengetahuan dalam pengelolaan pohon kopi mulai dari pemilihan bibit, perawatan dan pemanenan. Permasalahan kopi di Kecamatan Keling, khususnya sentra penghasil kopi di Desa Damarwulan dan Tempur, Kabupaten Jepara yang diangkat pada penelitian ini bermula dari tingginya minat petani menanam kopi, khususnya kopi Robusta di sisi barat laut, kawasan lereng Gunung Muria. Menurut Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Jepara (2013), luas tanam kopi di Kabupaten Jepara tahun 2012 tercatat sebesar 17.926,8 ha dengan produksi sebanyak 8.374,1 ton. Sedang jumlah keluarga petani yang mengusahakan mencapai 42.134 KK (BPS Kantor Jepara, 2011). Lebih dari 60% perkebunan kopi di Kabupaten Jepara ini terletak di lereng gunung Muria mulai dari sisi utara sampai barat. Sejarah perkembangan tanaman kopi di Kabupaten Jepara sangat panjang. Konon, pengusahaannya telah dimulai sejak jaman Belanda. Tanaman-tanaman kopi di beberapa kawasan telah menua dan dibudidayakan secara tradisional, tanpa pemangkasan yang intensif, sehingga banyak yang pohonnya setinggi dan sebesar pohon mangga. Namun di beberapa lokasi, telah dilakukan peremajaan, dengan varietas yang lebih produktif dengan umur genjah. Salah satu sentrarehabilitasi kopi ini adalah Desa Damarwulan dan Tempur, dengan jenis kopi Robusta, yang dinilai lebih tahan terhadap serangan penyakit, khususnya jamur. Peremajaan kopi di kedua desa tersebut dimulai sejak tahun 2008, dengan gerakan yang lebih masif sejak tahun 2010. Saat ini (2014) hasil peremajaan kopi tersebut telah membuahkan hasil. Akibatnya, masalah klasik pun muncul; petani mulai kesulitan memasarkan hasil kopinya. Sementara struktur pasar belum tertata, para petani menjual produk-produk kopi yang dihasilkan tanpa melalui pemisahan biji menurut kelas-kelasnya. Pembelinya pun masih didominasi pedagang-pedagang tradisional, dengan serapan pasar per pedagang yang relatif kecil. Menurut pengakuan petani, sebagian besar para pedagang tersebut memasarkan produk-produk kopi mereka ke pasar-pasar tradisional di lingkungan Kabupaten Jepara dan sekitarnya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pemasaran produk-produk kopi yang dihasilkan masih didominasi oleh pasar-pasar “basah”. Pemasaran ke rantai-rantai pasar yang lebih kering, apalagi sampai melalui kontrak pembelian dengan perusahaan tertentu, belum terbentuk. Salah satu faktornya adalah karena produknya yang masih masif, tanpa klasifikasi mutu, sehingga mutu produk sangat beragam, seakan tidak memiliki standard apapun. Apabila hendak melakukan klasifikasi mutu dengan standard tertentu, maka pihak pembeli harus melakukan pemisahan sendiri mutu kopi tersebut, secara intensif. Di Desa Damarwulan, sebagian petani berusaha mengolah sementara produk kopi mereka, menjadi produk-produk kopi olahan, seperti kopi bubuk, kopi susu, kopi luwak, kopi bubuk dengan rempah-rempah, dan sejenisnya. Sekalipun produk-produk olahan ini memiliki karakteristik yang spesifik, dengan nilai jual yang relatif tinggi, tetapi penyerapan pasar dari pengolahan ini tidak signifikan dibanding biji kopi yang dihasilkan. Upaya-upaya pemasaran melalui pengolahan ini juga menghadapi persaingan dengan kopi yang dihasilkan oleh desa tetangganya, yaitu kopi dari Desa Tempur, yang sudah lebih dulu populer di masyarakat, dengan branding Kopi Tempur. Kopi yang dijual petani adalah kopi ose kering (green bean), secara masif (bulk) pada berbagai macam ukuran, warna, keutuhan, tanpa ada keseragaman produk. Demikian juga dengan keseragaman kadar airnya,yang seharusnya juga merupakan masalah paling serius untuk produk masif yang dihasilkan di daerah dengan altitusi tinggi dengan intensitas sinar matahari yang lebih rendah ini. Karena seluruh produk kopi green bean yang dihasilkan dibeli oleh pasar, tanpa melalui proses sortasi dan grading, maka harga yang diterima petani relatif rendah, yaitu setara dengan harga kopi Mutu III.Akibat lebih jauh, karena dipasarkan tanpa adanya sortasi mutu, maka keunggulan-keunggulan spesifik kopi Damarwulan, baik warna, rasa, aroma, krema, maupun kandungan kafeinnyatidak dapat ditampilkan secara utuh pada saat disajikan, baik sebagai kopi bubuk maupun kopi seduhan. Desa Damarwulan dan Tempur terletak di lereng sebelah barat daya deretan Gunung Muria, dari Puncak Rahtawu, pada ketinggian 500 – 600 m. d.p.l. Gunung Muria sendiri merupakan kelompok gunung api sekunder yang sudah tidak aktif. Disamping batu-batuan vulkanik yang tidak mudah melapuk, batuan induk tanah di Desa Damarwulan terdiri atas kapur dengan agregat pasir dan debu vulkanik yang subur, kaya kalsium, magnesium dan besi. Oleh sebab itu, kopi dari Desa Damarwulan ini seharusnya memiliki mutu yang tinggi, karena ketersediaan unsur hara dan mineral. Para petani terkesan tidak menyadari bahwa rendahnya harga jual kopi yang selama ini mereka terima, adalah sebagai akibat dari perilaku usaha tani mereka yang tidak melakukan seleksi kopi-kopi mereka sebelum panen. Pola-pola pemasaran yang mengandalkan pada pembeli dari pedagang-pedagang setempat, yang datang ke desa mereka dengan membeli beberapa kg, telah menjadi kebiasaan secara turun-temurun. Jenis kopi yang mereka beli juga kopi masif, yang campur aduk berbagai ukuran, warna, dan tingkat kekeringan. Dengan siklus sosial-ekonomi seperti ini, maka para petani (dan para pedagang) merasa bahwa apa yang mereka lakukan selama ini, adalah satu-satunya cara dalam usahatani kopi. Kondisi sosial ekonomi petani kopi, rendahnya mutu produk kopi yang diperkuat dengan lemahnya rantai pasar di Desa Damarwulan dan Tempur ini perlu diangkat melalui suatu penelitian ilmiah dengan parameter dan indikator-indikator terukur. Pemerintah telah menetapkan standard mutu kopi dengan standard nasional, yaitu dengan SNI No. 01-2907-2008.
Di dalam SNI ini, mutu biji kopi dikelompokkan menjadi tiga tingkat mutu, yaitu Mutu I, Mutu II, dan Mutu III. Syarat dan batasan untuk setiap kelompok mutu telah tercantum dalam SNI tersebut, demikian pula dengan mekanisme pengujian, penilaian, dan prosedur-prosedur pelaksanaannya, baik grading maupun sortasinya. Dengan demikian, SNI tersebut dapat diaplikasikan sebagai instrumen penentuan mutu biji kopi oleh petani di Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Dengan grading maupun sortasi ini, maka diharapkan nilai jual kopi yang dihasilkan petani Kabupaten Jepara ini akan lebih tinggi, sehingga kesejahteraan petani juga akan meningkat.

Baca Selengkapnya ....

Follow

Backlink Gratis Berkualitas No.1 Indonesia
Home | Copyright of Sentra produksi kerajinan dan informasi seputar jepara.